wordpress visitors

RANGKUMAN,SOAL DAN PEMBAHASANNYA KIMIA INTI

KIMIA INTI

A. Struktur Inti

Inti atom tersusun dari proton dan neutron. Suatu inti dengan jumlah nucleon (proton + neutron) tertentu disebut nuklida. Suatu nuklida dilambangkan sebagai berikut.

X = lambing atom

A = nomor massa = jumlah proton + neutron

Z = nomor atom = jumlah proton

Bila ditinjau dari nomor massa, nomor atom, dan jumlah neutronnya, nuklida dapat dikelompokan sebagai berikut.

  1. Isotop

Isotop adalah nuklida-nuklida dengan nomor atom (Z) sama tetapi nomor massa (A) berbeda.

Contoh :  dengan

  1. Isobar

Isobar adalah nuklida-nuklida dengan nomor massa (A) sama tetapi nomor atom (Z) berbeda.

Contoh :   dengan

  1. Isoton

Isoton adalah nuklida-nuklida dengan jumlah neutron (A-Z) sama.

Contoh :  dengan

B. Unsur Radioaktif

Unsur atau zat radioaktif adalah unsur atau zat yang mempunyai inti tidak stabil, sehingga dapat menjadi inti atom yang lain.

Tokoh-tokoh penemu zat radioaktif :

W. C. Rontgen                       :  Penemu sinar X ( sinar Rontgen )

H. Bacuerel                :  Penemu Uranium

P. Curie dan M. Curie :  Penemu Polonium dan Radium

1. Sinar-sinar Radioaktif

Radiasi yang dipancarkan oleh zat raioaktif adalah partikel alfa, beta dan gamma yang kemudian disebut sinar alfa, beta, gamma.

2. Partikel Dasar

Nama Lambang Muatan Massa
Alfa α = He + 2 4
Beta β = e – 1 0
Gamma γ 0 0
Netron n 0 1
Sinar X X 0 0
Positron β = e +1 0
Proton p = H + 1 1
Detron p = H + 1 2
Triton p = H + 1 3

B. Pita kestabilan

Yang dimaksud dengan pita kestabilan adalah tempat dimana isotop-isotop stabil berada.

  1. 1. Pemancaran sinar Beta

Peristiwa ini terjadi jika isotop yang berada diatas pita kestabilan (nilai  > dari isotop stabilnya) ingin menycapai kestabilan.

Contoh : F→  Ne + e

Harga  :  >

  1. 2. Pemancaran Positron

Peristiwa ini terjadi jika isotop yang berada dibawah pita kestabilan (nilai  < dari isotop stabilnya) ingin menycapai kestabilan.

Contoh : F→  O + e

  1. 3. Pemancaran Sinar Alfa

Peristiwa ini terjadi jika isotop yang berada disembarang pita kestabilan ingin mencapai kestabilan terjadi umumnya pada inti-inti yang mempunyai nomor atom diatas 83.

Contoh : Rn→  Po + He

C. Waktu Paruh

Waktu paruh ( t ) adalah waktu yang diperlukan oleh suatu zat radioaktif agar massanya/ kereaktifannya berkurang setangahnya (50%). Karena laju reaksi peluruhan adalah reaksi orde pertama, maka massa/ kereaktifan suatu zat radioaktif pada saat tertentu dapat dicari dengan menggunakan persamaan berikut.

Nt = N0

Nt = massa/ keaktifan yang tersisa                    t  = waktu peluruhan

N0 = massa/ keaktifan mula-mula                       t1/2 = waktu paruh

D. Reaksi Inti

Pada suatu reaksi inti selalu berlaku :

  1. Jumlah nomor massa pereaksi = jumlah nomor massa hasil reaksi.
  2. Jumlah nomor atom pereaksi = jumlah nomor atom hasil reaksi.

Jenis-jenis Reaksi Inti

  1. 1. Reaksi Peluruhan

Reaksi Peluruhan berjalan dengan spontan dan exoergik (melepas energi). Pada reaksi peluruhan terjadi perubahan inti tidak stabil menjadi inti stabil.

Contoh : Ra→  Rn + α

  1. 2. Reaksi Transmutasi Inti

Pada reaksi transmutasi inti, suatu inti menyerap suatu partikel dan berubah menjadi inti lain dengan memancarkan suatu radiasi.

Contoh : N + α →  O + p atau dapat ditulis N(α,p) O

  1. 3. Reaksi Penghasil Energi
    1. a. Reaksi Fisi

Reaksi fisi adalah reaksi pembelahan inti, dimana suatu nuklida berat ditembak oleh suatu partikel dan belah menjadi dua nuklida awal.

Contoh : U + n →  Kr + Ba + 3n

Energi yang dihasilkan dari dari reaksi fusi 1 gram uranium setara dengan energi dari reksi pembakaran 3 ton batubara.

b. Reaksi Fusi

Reaksi fusi adalah reaksi penggabungan inti, dimana dua atau lebih nuklida ringan bergabung membentuk nuklida yang lebih berat.

Contoh : H + H + 2 n → He

Pada matahari terjadi perubahan 637 juta ton hidrogen menjadi 633 juta ton helium setiap detiknya. Empat juta ton massa yang hilang diubah menjadi energi (E = m) yang dipancarkan segenap penjuru tata surya.

C. Penggunaan Radioisotop

1. Radioisotop sebagai Perunut (Scanner)

a. Bidang Kedokteran

1. I-131 untuk diagnosa kelenjar tiroid/ gondok.

2. Tc-99 digunakan dalam berbagai runutan (scanner) diantaranya otak,

hati, sel darah, dll.

3. Tl-201 untuk mendeteksi kerusakan jantung.

4.            Xe-133 untuk mendeteksi penyakit paru-paru.

5. P-32 untuk mendeteksi penyakit mata.,tumor dan hati.

6. Sr-85 untuk mendeteksi penyakit pada tulang.

7. Se-75 untuk mendeteksi penyakit pangkreas.

8. Na-24 untuk mendeteksi ada tidaknya penyumbatan (gangguan)

pembuluh darah.

b. Bidang Sains

1. I-131 untuk mempelajari kesetimbangan dinamis pada reaksi kimia.

2. O-18 untuk mempelajri reaksi esterifikasi.

3. C-14 untuk mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis.

c. Bidang Hidrologi

1. Na-24 untuk mempelajari kecepatan aliran sungai.

2. Radioisotop Na-24 dalam bentuk karbonat untuk menyelidiki kebocoran

pipa air bawah tanah.

2. Radioisotop sebagai Sumber Radiasi

a. Bidang Kedokteran

1. Co-60 adalah suatu sumber radiasi gamma untuk terapi tumor dan

kangker.

2. P-32 digunakan untuk penyembuhan penyakit leukemia.

3. Co-60 dan Cs-137 digunakan untuk sterilisasi.

b. Bidang Pertanian

Radiasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk pemberantasan hama

dan pemulihan tanaman.

c. Bidang Industri

1. Radiasi gamma yang dihasilkan dapat digunakan untuk memeriksa cacat

pada logam.

2. Radiasi gamma dapat juga digunakan untuk pengawetan kayu, barang-

barang seni, dll.

Soal dan Pembahasan

1. Ca dan Ar adalah merupakan…

A.    Isotop

B.    Isobar

C.    Isomer

D.    Isoelektron

E.    Isoton

Jawaban : B

Pembahasan

Kedua nuklida tersebut mempunyai nomor massa (A) yang sama dengan demikian nuklida-nuklida tersebut merupakan isobar.

2. Nuklida A mempunyai 10 proton dan 12 neutron, sedangkan nuklida B mempunyai nomor massa 23 dan nomor atom 11. kedua nuklida tersebut termasuk…

A. isoton

B. isotop

C. isobar

D. isoelektron

E. isomer

Jawaban : A

Pembahasan

Pada nuklida A jumlah netron = 12

Pada nuklida B jumlah neutron = 23-11 = 12

Dengan demikian nuklida A dan B merupakan isoton.

3. Penembakan Cd dengan ppartikel neutron menghasilkan isotop Cd dan …

A. p

B. e

C. He

D. γ

E.  e

Jawaban : D

Pembahasan :

Cd + n → Cd +  γ

Jumlah nomor massa dan nomor atom pereaksi sama dengan hasil reaksi.

4. Jika atom alumunium Al ditembakan dengan partikel neutron, akan terjadi

isotop natrium radioaktif sesuai dengan reaksi : Al + n → Na +  x, x

adalah…

A. Partikel alpha

B. Sinar gamma

C. Elektron

D. Atom Tritium

E. Partikel neutron

Jawaban : A

Pembahasan :

Al + n → Na +  x

x = He = sinar α

5. Suatu nuklida Po ditembakan dengan sinar alpha menurut reaksi :

Po  + α →  X + n , maka nomor atom dan bilangan massa Nuklida X adalah…

A. 90 dan 233

B. 90 dan 234

C. 91 dan 237

D. 92 dan 237

E. 92 dan 238

Jawaban : D

Pembahasan :

Po  + α →  X + n

Po  + He → X + n

nomor atom= 92, bilangan massa = 237

6. Suatu unsur X  dapat memancarkan 5 kali sinar alpha, sehingga terbentuklah unsur Y. Maka banyaknya neutron unsur Y adalah…

A. 123

B. 129

C. 132

D. 135

E. 215

Jawaban : D

Pembahasan :

X Y + 5α

X Y + 5 α

electron = 80

proton = 80

neutron = 215 – 80 = 135

7. Setelah disimpan selama 40 hari, suatu unsur radioaktif masih bersisa sebanyak 6,25% dari jumlah semula. Waktu paruh unsur tersebut adalah…

A. 20 hari

B. 16 hari

C. 10 hari

D. 8 hari

E. 5 hari

Jawaban : C

Pembahasan :

=

=

=

=

4 =

t1/2 = 10

8. Gejala keradioaktifan ditemukan oleh…

A. Emest Rhuterford

B. Pierre Curie

C. W.C. Roentgen

C. Henry Becquerel

D. J. Chadwick

Jawaban : D

Pembahasan

Emest Rhuterford adalah penemu inti atom.

Piere Curie bersama Marie Curie menemukan unsure radioaktif Polonium dan     Radium.

W.C. Reontgen menemukan sinar-X

J. Chadwick menemukan partikel neutron.

9. Untuk mencapai kestabilan, maka C memancarkan…

A. sinar-X

B. partikel

C. positron

D. proton

E. neutron

Jawaban : B

Pembahasan

Mempunyai harga  > 1, maka ia termasuk nuklida yang surplus neutron    terletak di ats kurva kestabilan inti. Dengan demikian mencapai kestabilan dengan cara memancarkan partikel b.

10. Suatu radioaktif mempunyai waktu paruh 18 hari. Jika unsur radioakti                   tersebut disimpan selama 72 hari, maka sisa unsur radioaktif tersebut        adalah…

A. 50%

B. 25%

C. 12,5%

D. 6,25%

E. 3,12%

Jawaban : D

Pembahasan

Bila dalam presentase, maka No = 100%

N = 100%

N = 100% =  = 6,25%

11. Waktu paruh Bi adalah 5 hari. Jika mula-mula disimpan beratnya 40 gram, maka setelah disimpan selama 15 hari beratnya berkurang sebanyak…

A. 5 gram

B. 15 gram

C. 20 gram

D. 25 gram

E. 30 gram

Jawaban : E

Pembahasan

N = 40

N = 40 == 5 gram

Pengurangan berat = N- N

= 40-5 = 35 gram

12. Bila suatu unsur radioaktif Z sesudah 42 bulan masih tersisa bagian dari berat semula, maka dapat dinyatakan bahwa waktu paruh unsur Z adalah…

A. 10 bulan

B. 8 bulan

C. 7 bulan

D. 6 bulan

E. 5 bulan

Jawaban : C

Pembahasan

= 1 = 6 =  = 7 bulan

13. Waktu paruh Cu adalah 128 hari. Jika semula disimpan 0,8 gram dan ternyata tersisa 0,05 gram, maka unsur tersebut telah disimpan selama…

A. 640 hari

B. 512 hari

C. 384 hari

D. 256 hari

E. 128 hari

Jawaban : B

Pembahasan

0,05 = 0.8 hari

14. Proses peluruhan yang memancarkan elektron terjadi pada…

A. KAr

B. C  N

C.  Be  Li

D.  Sr  Y

Jawaban : C

Pembahasan

Pada proses peluruhan suatu radioaktif selalu berlaku : nomor atom ruas kiri = nomor atom ruas kanan.

(A)  KAr + e (memancarkan positron)

(B)  C  N + e (memancarkan elektron)

(C)    Be  Li + e (memancarkan positron)

(D)    Sr  Y + e (memancarkan elektron)

15. Pada reaksi tranmulasi, Ca (x,n) Sc, x adalah…

A. neutron

B. elektron

C. proton

D. positron

E. sinar

Jawaban : C

Pembahasan

Reaksi transformasi Ca (x,n) Sc dapat dituliskan  Ca + X  Sc + n, maka x = proton.

16. Pada reaksi inti, U  + X + 3 n,

X adalah…

A. Th

B. Th

C. U

D. Pu

E.  Pu

Jawaban : D

Pembahasan :

Pada reaksi inti selalu berlaku : ∑nomor massa ruas kiri = ∑nomor massa ruas kanan; ∑nomor atom ruas kiri = ∑nomor atom ruas kanan. Dengan demikian reaksi inti,

U  + α Pu + 3 n, maka X =  Pu

17. Diantara transmusi berikut yang menghasilkan inti helium adalah…

A. Pb→  Pb

B. Al→  Mg

C. Th →  Ra

D. Bi→  Po

E. U →  U

Jawaban : C

Pembahasan :

Pada reaksi inti selalu berlaku : ∑nomor massa ruas kiri = ∑nomor massa ruas kanan; ∑nomor atom ruas kiri = ∑nomor atom ruas kanan. Dengan demikian reaksi inti,

Th → Ra +

18. Pernyataan berikut yang tidak benar mengenai pemanfaatan radioisotop adalah…

A. Tc-99 digunakan untuk membimbing ahli bedah mencari letak jaringan

yang sakit.

B. Tl-201 untuk melihat kelainan jantung.

C. Co-60 untuk membunuh virus HIV

D. I-131 untuk diagnosa penyakit kelenjar gondok.

E. Na-24 untuk mempelajari laju aliran sungai.

Jawaban : C

Pembahasan :

Co-60 digunakan untuk terapi tumor dan kanker.

19. Penggunaan radioisotop dalam kehidupan antara lain :

1. mempelajari ssistem kesetimbangan

2. sterilisasi

3. pengenceran isotop

4. pemeriksaan tanpa merusak

5. radioterapi

Contoh penggunaan radioisotop dalam bidang kimia adalah…

  1. (1) dan (3)
  2. (1) dan (4)
  3. (3) dan (5)
  4. (3) dan (4)
  5. (4) dan (5)

Jawaban : A

Pembahasan :

(1)   bidang kimia

(2)   bibang kedokteran

(3)   bidang kimia

(4)   sebagai perunut terutama dalam bidang kedokteran dan hidrologi

(5)   bidang kedokteran

20. Perhatikan nuklida-nuklida radioaktif berikut.

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Nuklida yang digunakan sebagai perunut dalam bidang kedokteran adalah…

A. (1) dan (2)

B. (2) dan (4)

C. (3) dan (5)

D. (2) dan (3)

E. (2) dan (5)

Jawaban : C

Pembahasan :

(1)   digunakan untuk mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis.

(2)   Digunakan sebagai perunut dalam bidang hidrologi.

(3)   Digunakan untuk mendeteksi penyakit mata.

(4)   Digunakan sebagai simber radiasi terapi kanker.

(5)   Digunakan untuk mendiagnosa kelainan pada kelenjar gondok.

SOAL

  1. Pemancaran positron dari suatu inti radioaktif disebabkan proton dalam inti berubah menjadi…

A. elektron

B. neutron

C. sinar gamma

D. sinar X

E. sinar alpha

2.    Pada reaksi inti Fr  → Fr + x, x adalah partikel…

A. neutron

B. proton

C. positron

D. elektron

E. megatron

3.    Proses peluruhan radioaktif umumnya mengikuti reaksi orde-1. Suatu isotop memiliki waktu paruh 10 menit. Jumlah isotop radioaktif yang tersisa setelah 40 menit adalah…

A. 1/8 x semula

B. 1/10 x semula

C. 1/16 x semula

D. 1/20 x semula

E. 1/40 x semula

4.    Proses peluruhan yang memancarkan elektron terjadi pada…

A. K  → Ar

B. C  → N

C. BeLi

D. Fr  → Fr

E. Sr  →  Y

5.   Dari Persamaan reaksi inti: Al + X → Na +  Y, dapat disimpulkan X dan Y berturut-turut adalah…

A. partikel  dan neutron

B. proton dan partikel α

C. neutron dan partikel α

D. elektron dan partikel α

E. neutron dan proton

6.   Suatu radioisotop X mempunyai waktu paruh 15 hari, setelah disimpan selama 60 hari, maka berat radioisotop tersebut akan tersisa sebanyak…

A. 50%

B. 25%

C. 12,5%

D. 6,25%

E. 3,125%

7.   Pada reaksi peluruhan PbBi + X dan RnPo + Y. X  dan Y berturut-turut adalah…

A. proton dan positron

B. positron dan elektron

C. elektron dan alpha

D. positron dan prooton

E. elektron dan neutron

8.   Dalam reaksi inti  N(α,x) O, parttikel yang dilepaskan adalah…

A. deuterium

B. positron

C. elektron

D. neutron

E. proton

9.    Suatu unsur radioaktif meluruh sehingga tersisa 12,50% setelah 360 hari. Waktu paruh unsur radioaktif tersebut adalah…

A. 30 hari

B. 60 hari

C. 90 hari

D. 120 hari

E. 180 hari

10. Apabila unsur X ditembak dengan sebuah neutron , maka akan dihasilkan unsur Mn disertai pelepasan partikel α. Unsur X tersebut adalah…

A. Ni

B. Ni

C. Co

D. Co

E. Fe

11. Jika U barerturut-turut memancarkan x partikel alfa dan y partikel beta, maka akan dihasilkan Pb jumlah x dan y adalah…

A. 8 dan 7

B. 6 dan 8

C. 7 dan 8

D. 8 dan 6

E. 7 dan 6

12. Pada reaksi transmutasi  Ca(x,n) Sc, x adalah…

A. neutron

B. proton

C. positron

D. elektron

E. sinar α

13. Transmutasi alumunium, Al, menjadi silikon, Si, dapat terjadi dengan cara penyerapan neutron oleh alumunium, disusul dengan pemancaran…

A. proton

B. sinar beta

C. positron

D. sinar gamma

E. partikel alfa

14. Suatu unsur radioaktif mempunyai waktu paruh 4 jam. Dari sejumlah  unsur tersebut, setelah satu hari yang masih tersisa iaalah…

A.

B.

C.

D.

E.

15. Suatu isotop tak stabil yang pada peta isotop terletak dibawah kurva kestabilan inti biasanya memancarkan…

A. elektron

B. neutron

C. partikel beta

D. partikel alfa

E. positron

16. Reaksi inti dibawah ini terolong reaksi fusi adalah…

A. H + +  H + H

B. O + n →  + p

C. Au + C →  At + 5n

D. Mg + He →  Si +n

E. U + n → Kr + Ba + 3n

17. Bila partikel Pu ditembakan dengan satu neutron, ternyata dapat mengemisikan partikel beta disertai dengan terbentuknya…

A. Am

B. Np

C. Np

D. Pu

E. Am

18. Zat radioaktif yang digunakan untuk mendiagnosa fungsi kelenjar gondok adalah…

A. P-32

B. Na-24

C. Co-60

D. I-131

E. Cs-137

19. Setelah 6 tahap pemancaran sinar β dan 7 tahap memancarkan sinar α isotop radioaktif. Th akhirnya menghasilkan isotop stabil…

A. Pb

B. Bi

C. Pb

D. Ti

E. Bi

20. Sebuah fosil berupa tulang binatang ditemukan dalam tanah. Setelah diteliti dalam laboratorium ternyata keaktifan C tinggal 25%. Jika waktu paruh dari C adalah 5730 tahun, maka diperkirakan unsur fosil itu adalah…

A. 2865 tahun

B. 4297,5 tahun

C. 5730 tahun

D. 8595 tahun

E. 11460 tahun

21. Jika U ditembak dengan neutron akan di hasilkan isotop uranium U disertai pelepasan…

A. α                      B. β                 C. γ                 D. n                 E. p

22. Uranium meluruh dengan persamaan : U Pb + α + β Jumlah partikel α dan  β berturut-turut adalah…

A. 6 dan 2                        C. 8 dan 6                  E. 7 dan 4

B. 6 dan 4                        D. 8 dan 4

23. Diberikan beberapa radioiosotop berikut.

(1)   Na-24                          (3) P-32                      (5) I-131

(2)   Tc-99                          (4) Fe-59

Isotop yang digunakan untuk mendeteksi adanya kebocoran pipa air dan penyakit kelenjar gondok berturut-turut adalah…

  1. 1 dan 3                       C. 2 dan 4                  E. 3 dan 4
  2. 1 dan 5                       D. 2 dan 5

24. Dari reaksi transformasi berikut

(1) Al + αSi +  (m)

(2) Cu + pZn +  (r)

(3) O + D →  + (n)

(4) Be + αC+ (s)

yang merupakan neutron adalah…

  1. m, n                            C. m, n, r                     E. m, n, r, s
  2. r, s                              D. n, r, s

25. Penggunaak isotop Co-60 dalam pengobatan penyakit kanker adalah karena zat ini memancarkan…

A. sinar beta                   C. sinar gamma        E. sinar ultralembayung

B. sinar infamerah          D. sinar alfa

26. Berikut beberapa contoh penggunaan radioisotop :

1.  Na-24 untuk menyelidiki kebocoran pipa minyak dalam tanah

2. Co-60 untuk mensterilkan alat-alat kedokteran

3.  I-131 untuk mengetahui letak tumor pada otak manusia

4.  P-32 untuk memberantas hama tanam

Radio isotop diatas yang berfungsi sebagai perunut…

  1. 1 dan 2                      C. 1 dan 4                  E. 3 dan 4
  2. 1 dan 3                      D. 2 dan 4

27. Isotop Pu memancarkan lima buah partikel α dan dua buah partikel β. Isotop yang terbentuk pada proses ini adalah…

A. Th                            C. Cm                                E. Rn

B. Fr                             D. Pu

28. Suatu unsur radioaktif mempunyai waktu paruh 60 tahun. Berapa tahun waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya peluruhan sehingga radioisotop tersebut masih tersisa 12,5%?

A. 90 tahun                       C. 180 tahun                          E. 320 tahun

B. 120 tahun                     D. 240 tahun

29. Isotop C adalah zat radioaktif yang menyinarkan sinar beta. Setelah zat ini melepaskan sinar beta akan menghasilkan…

A. isotop C                    C. Isotop N                          E. Isotop C

B. isotop C                    D. Isotop O

30. Waktu paruh suatu unsur radioaktif adalah 8 jam. Bila mula-mula terdapat 64 gram unsur tersebut, sisa unsur setelah satu hari adalah…

A. 32 gram                       C. 16 gram                             E. 4 gram

B. 24 gram                       D. 8 gram

RANGKUMAN, SOAL DAN PEMBAHASAN KONSENTERASI LARUTAN

KONSENTRASI LARUTAN

Konsentrasi larutan menyatakan jumlah zat tertentu dalam suatu larutan atau pelarut. Terdapat beberapa satuan konsentrasi, yaitu persentase massa (%), persentase volume (%), fraksi mol (X), molalitas (m), molaritas (M).

1.Persentase massa

Menyatakan jumlah massa (gram) zat terlarut dalam 100 gram larutan.

% massa =  x 100%

massa1 = massa zat terlarut

massa2          = massa pelarut

2. Persentase volume

Menyatakan jumlah volume (Liter) zat terlarut dalam 100 Liter larutan.

% volume = x 100%

volume1 = volume zat terlarut

volume2 = volume larutan

3. Fraksi mol

Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam jumlah mol total larutan atau menyatakan

Jumlah mol pelarut dalam mol total larutan.

Xt = Xp =

Xt + Xp = 1

Xt  =  fraksi mol zat terlarut

Xp =  fraksimol pelarut

nt   =  mol zat terlarut

np  =  mol pelarut

4. Molalitas

Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg ( 1000 gram ) pelarut.

m = x

m     =  molalitas (m)

gr     = massa zat terlarut

P      =  massa pelarut

Mr  =  massa molekul relatif zat terlarut

5. Molaritas

Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 Liter ( 1000 miliLiter ) larutan.

M =

M    =  molaritas (M)

gr    =  massa zat terlarut

Mr =  massa molekul relatif zat terlarut

Pada campuran zat yang sejenis berlaku rumus :

Mc. Vc = M1. V1 + M2. V2 + … + Mn. Vn

Mc  =  molaritas campuran              Vc  =  volume campuran

M1  =  molaritas zat 1                                   V1  =  volume zat 1

M2  =  molaritas zat 2                                   V2  =  volume zat 2

Mn  =  molaritas zat n                                    Vn  =  volume zat n

Pada pengenceran suatu zat berlaku rumus :

M1. V1 = M2. V2

M1  =  molaritas zat mula-mula

M2  =  molaritas zat setelah pengenceran

V1  =  volume zat mula-mala

V2  =  volume zat setelah pengenceran

Hubungan antara satuan-satuan konsentrasi

  1. 1. Molaritas ( M ) dan Persentase ( % )

M =

  1. 2. Molalitas ( m ) dan Persentase ( % )

m =

% =

  1. 3. Fraksi mol (Xt)dan Persentase (%)

% =

Soal dan Pembahasan

  1. Kemolalan larutan NaCl 10% massa dalam air adalah (Mr NaCl = 58,5 )….

A.1,5 m                                               D. 2,1 m

B. 1,7 m                                              E. 2,3 m

C. 1,9 m

Jawaban : C

Pembahasan :

Larutan NaCl 10% massa berarti dalam 100 gram larutan NaCl terdapat NaCl murni sebanyak = 10 x  100 gram = 10 gram

100

Massa air sebagai pelarut = ( 100 – 10 ) gram = 90 gram

Molalitas = 10 1000 = 1,899 = 1,9 m

58,5       90

  1. Konsentrasi larutan asam formiat HCOOH 4,6% massa dengan massa jenis 1,01 g/mL adalah (Mr CHOOH = 46)…

A.1,0100 M                                        D. 1,0000 M

B. 0,1001 M                                       E. 0,0100 M

C. 0,010 M

Jawaban : A

Pembahasan :

Karena massa jenis larutan = 1,01 gram/mL, maka 1 mL larutan = 1,01 gram massanya.

HCOOH yang terdapat dalam larutan =  4,6 x 1,01 = 0,0464 gram

100

Molaritas = 0,0464 x 1000 = 1,01 M

46                     1

  1. Sebanyak 23,4 gram NaCl (Mr = 58,5) dilarutkan dalam air sampai volumenya 500 mL. Besarnya molaritas larutan adalah…

Jawaban : C

Pembahasan :

Volume larutan 500 mL = 0,5 L

M = 23,4 23,4 =  0,8 M

58,5 . 0,5     29,25

  1. Volume HCl yang harus dilarutkan dalam 500 mL air untuk memperoleh larutan yang memiliki persentase 30% adalah…

A. 250,00 mL                                                 D. 215,21 mL
B. 245,25 mL                                                             E. 214,29 mL

C. 220,50 mL

Jawaban : E

Pembahasan :

30%  =  volume HCl x 100%

Volume HCl + 500

30 ( volume HCl + 500 )     =   volume HCl . 100

30 volume HCl + 15000     =    100. volume HCl

15000          =     ( 100 – 30 ) volume HCl

Volume HCl    =  15000 =  214,29 mL

70

  1. Dalam suatu larutan 16% massa naftalen dalam benzene, jika diketahui Mr naftalen = 28 dan Mr benzene = 78 maka fraksi mol naftalen adalah…

A. 0,204                                                         D. 1,040

B. 0,104                                                         E.  1,140

C. 0,114

Jawaban : B

Pembahasan :

Misalkan massa larutan total = 100 gram maka berlaku :

Massa naftalen =  16 x 100 gram = 16 gram

100

nnaftalen  =  16 mol  = 0,125 mol

128

Massa benzena  =  ( 100 – 16 ) gram = 84 gram

nbenzena  =  84 mol = 1,08 mol

78

Xnaftalen  =  nnaftalen = 0,125 =  0,104

nnaftalen + nbenzena                       0,125 + 1,08

  1. Suatu larutan dengan molalitas 0,25 m, jika kita gunakan air 250 gram sebagai pelarut maka massa zat terlarutnya adalah (Mrt  = 60)…

A. 0,75 gram                                                              D. 3,75 gram

B. 1,75 gram                                                              E.  4,75 gram

C. 2,75 gram

Jawaban : D

Pembahasan :

m  =  gr 1000

Mrt          P

0,25 = gr 1000

60        250

0,25 x 60 =  4 gr

gr =  15 = 3,75 gram

4

  1. Pesentase 45 gram garam yang dicampurkan dengan 155 air adalah…%

A. 25,50                                                                     D. 22,50

B. 24,75                                                                     E. 22,05

C. 23,75

Jawaban : D

Pembahasan :

% massa  =  45 x  100%

45 + 155

% massa  =  45 x  100%  =  22,50%

200

  1. Volume uap air yang dapat ditambahkan pada 250 mL larutan H2SO4 0,3 M untuk mendapatkan larutan H2SO4 dengan konsentrasi 0,1 M adalah…

A. 250 mL                                                                  D. 1000 mL

B. 500 mL                                                                  E.  1250 mL

C. 750 mL

Jawaban : B

Pembahasan :

V1. M1 = V2 . M2

250. 0,3 = V2 . 0,1

V2 = 750 mL

Volume air yang ditambahkan  =  750 – 250  =  500 mL

  1. 150 mL larutan CH3COOH 0,2 M dicampurkan dengan 100 mL CH3COOH 0,3 M, maka konsentrasi larutan setelah dicampur adalah…

A. 0,12 M                                                                   D. 0.30 M

B. 0,18 M                                                                   E. 0,36 M

C. 0,24 M

Jawaban : C

Pembahasan :

Mcampuran  =  (150. 0,2)  +  (100. 0,30)

150 + 100

Mcampuran  =  30 + 3060 =  0,24 M

250                250

10. Massa Magnesium Hidroksida yang terdapat dalam 200 mL larutan Magnesium

Hidroksida 0,15 M adalah….(Ar Mg = 24, Ar O = 16, Ar H =1)

A. 1,74 gram                                                              D. 2,14 gram

B. 1,84 gram                                                              E.  2,24 gram

C. 1,94 gram

Jawaban : A

Pembahasan :

M = gr

Mrt . V

0,15 = gr

58 . 0,2

gr  =  0,15 . 58 . 0,2 =  1,74 gram

11. Bila bobot molekul fruktosa 180, maka molalitas fruktosa 10% adalah…

A. 0,82 m                                                                   D. 0,52 m

B. 0,72 m                                                                   E.  0,42 m

C. 0,62 m

Jawaban : C

Pembahasan :

m  = 

m  =  10 x 1000 =  0,62 m

180. (100 – 10 )

12. Seorang siswa yang sedang praktikum akan membuat larutan NaOH 1 molal.

Massa air yang harus dilarutkan untuk 20 gram NaOH (Mr = 40) adalah…

A. 100 gram                                                               D. 400 gram

B.  200 gram                                                              E.  500 gram

C.  300 gram

Jawaban : E

Pembahasan :

m  = gr  x 1000

Mr . P

1        =  20  x  1000

40 . P

P =  500 gram

13. Seorang petani akan membuat larutan urea untuk pupuk. Massa air yang diperlukan melarutkan 15 gram urea (Mr = 60) agar diperoleh fraksi mol larutan urea 0,1 adalah…

A. 20,5 gram                                                              D. 40,5 gram

B. 30,0 gram                                                              E.  50,0 gram

C. 40,0 gram

Jawaban : D

Pembahasan :

nurea = 15 =  0,25 mol

60

Xurea  = nurea

nurea  +  nH2O

0,1  =   0,25

0,25 + nH2O

nH2O = 2,25 mol

massa air yang dibutuhkan = 2,25 x 18 = 40,5 gram

14. 20 mL asam sulfat dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Bila ternyata diperlukan 30 mL larutan NaOH, maka kemolaran larutan asam sulfat tersebut adalah…

A.0,075 M                                                                  D. 0,20 M

B. 0,10 M                                                                   E.  0,30 M

C. 0,15 M

Jawaban : A

Pembahasan :

Kita ingat dalam titrasi :

mol asam               =          mol basa

nasam.Vasam. Masam  =  nbasa. Vbasa. Mbasa

2 . 20 . MH2SO4      = 1 . 30 . 0,1

MH2SO4  =  0,075 M

15. Fraksi mol larutan 36 gram glukosa (Mr = 180) dalam 90 mL air (Mr = 18) adalah…

A. 0,960                                                                     D. 0,038

B. 0,400                                                                     E.  0,004

C. 0,040

Jawaban : D

Pembahasan :

nt = 36 = 0,2 mol                 np = 90 =  5 mol

180                                                                                     18

Xt = nt 0,2 = 0,038

nt  + np                0,2 + 5

16. Banyaknya air yang harus ditambahkan kedalam 200 mL larutan 0,4 M NaOH agar menjadi 0,1 M adalah…

A. 50 mL                                                                    D. 600 mL

B. 150 mL                                                                  E.  800 mL

C. 200 mL

Jawaban : D

Pembahasan :

V1 . M1  =  V2 . M2

200. 0,4 =  V2 . 0,1

V2  =  800 mL

Jadi, banyaknya air yang harus ditambahkan = 800 – 200 = 600 mL

17. Suatu larutan gliserin (Mr = 92) dibuat dengan melarutkan 45 gram senyawa tersebut dalam 100 gram H2O ( Mr = 18). Molalitas gliserin dalam larutan tersebut adalah…

A. 0,081 m                                                                 D. 4,89 m

B. 0,310 m                                                                 E.  8,10 m

C. 31,0 m

Jawaban : C

Pembahasan :

m =  gr .  100045 . 1000 =  4,89 m

Mr . P             92 . 100

18. Dalam 200 mg contoh bahan terdapat 25 mg perak dan 10 mg. Persentase perak dan emas dalam bahan tersebut berturut- turut adalah…

A. 5% dan 12,5%                                                      D. 25% dan 10%

B. 10% dan 25%                                                       E. 50% dan 20%

C. 12,5% dan 5%

Jawaban : C

Pembahasan :

% perak = 25 x  100%  =  12,5%

200

% emas = 10 x  100%  =  5%

200

19. Dalam 1 gram NaOH (Mr = 40) akan dihasilkan larutan NaOH 0,25 M sebanyak…

A. 50 mL                                                                    D. 150 mL

B. 100 mL                                                                  E.  200 mL

C. 125 mL

Jawaban : B

Pembahasan :

Mol = gr = 1 = 0,025 mol

Mr    40

V = mol0,025 = 0,1 L = 100 mL

M         0,25

20. Massa jenis suatu larutan CH3COOH 5,2 M adalah 1,04 g/mL. Jika Mr CH3COOH = 60, konsentrasi larutan ini dinyatakan dalam % berat asam asetat adalah…

A. 18%                                                                       D. 36%

B. 24%                                                                       E.  40%

C. 30%

Jawaban : C

Pembahasan :

% massa = M . Mr = 5,2 . 60 =  30%

10 . p 10 . 1,04

SOAL

  1. Konsentrasi larutan HCl yang diperoleh dengan mencampurkan 150 mL HCl 0,2 M dan 100 mL HCl 0,3 M adalah

A. 0,20 M                                                       D. 0,50 M

B. 0,24 M                                                       E.  0,60 M

C. 0,30 M

2.     Larutan NaOH 2,5 M jika Mr NaOH = 40 dan massa jenis larutan 1 kg/L, maka

Fraksi mol NaOH adalah…

A. 1                                                                 D. 0,125

B. 2,5/52,5                                                     E.  52,5/2,5

C. 0,025

3.    Bila kedalam 20 mL larutan H2SO4 2 M ditambahkan air memperoleh 50 mL

larutan, maka kemolaran larutan…

A. 1,5 M                                                         D. 0,8 M

B. 1,2 M                                                         E.  0,6 M

C. 1,0 M

4.     Untuk mengubah 40 mL larutan H2SO4 6 M menjadi H2SO4 5 M diperlukan

tambahan air sebanyak…

A. 4 mL                                                           D. 8 mL

B. 6 mL                                                           E.  9 mL

C. 7 mL

5.     Konsentrasi hidrogen fluorida dalam larutan HF 0,01 M yang terdisosiasi sebanyak 20% adalah…

A. 0,002 M                                                     D. 0,012 M

B. 0,008 M                                                     E.  0,200 M

C. 0,010M

6.     Jika kita melarutkan 9 gram glukosa (Mr = 180) kedalam 250 gram air, maka kemolalan larutan glukosa tersebut adalah…

A. 0,1 m                                                          D. 0,4 m

B. 0,2 m                                                         E.  0,5 m

C. 0,3 m

7.     Seseorang akan membuat larutan NaOH 1 molal. Massa NaOH (Mr = 40) yang harus dilarutkan ke dalam 500 gram air adalah…

A. 50 gam                                                      D. 20 gram

B. 40 gram                                                     E.  10 gram

C. 30 gram

8.     Massa sukrosa (Mr = 342) yang harus dilarutkan kedalam 100 gram air  agar diperoleh larutan sukrosa 0,1 molal adalah…

A. 0,00342 gam                                                        D. 3,420 gram

B.  0,03420gram                                                       E.   34,20gram

C. 0. 3420 gram

9.     Amir membantu ayahnya membuat larutan pupuk urea. Jika fraksi mol larutan urea (Mr = 60) yang dibutuhkan adalah 1/31, maka kemolalan larutan urea yang dibutuhkan adalah…

A. 1,85 m                                                       D. 2,15 m

B. 1,95 m                                                       E.  2,25 m

C. 2.05 m

10.   Volume larutan H2SO4 0,1 M yang diperlukan untuk mereaksikan 2,7 gram logam Al (Ar = 27) adalah…

A. 1 L                                                              D. 4,25 L

B. 1,5 L                                                          E.  5 L

C. 4,5 L

11.   Pada suatu percobaan 40 mL Pb(NO3) 0,1 Mdicampurkan dengan 60 mL HCl 0,3 M dan diperoleh endapan putih seberat 1,068 gram (Ar H = 1; N = 14; O = 16; Cl = 35,5; Pb = 207). Persentase hasil yang diperoleh adalah…

A. 43%                                                                       D. 96%

B. 73%                                                                       E.  99%

C. 85%

12.    Jika 1,71 gram basa kuat L(OH)2 dapat dinetralkan dengan 100 mL HCl 0,2 M (Ar O = 16; H = 1), maka massa atom relatif L sama dengan…

A. 68,5                                                            D. 139

B. 85,5                                                           E.  171

C. 137

13.    Apabila Anda memipet 2 mL larutan HCl 36% dengan massa jenis 1,2 gram/mL, lalu diencerkan sampai volume 250 mL, maka konsentrasi larutan yang diperoleh adalah…

A. 0,095 M                                                    D. 0,950 M

B. 0,250 M                                                     E.  1,200 M

C. 0,864 M

14.   Suatu larutan yang mengandung 45% glukosa mempunyai berat jenis 1,46 gram/mL, dalam 50 mL larutan tersebut mengandung glukosa sebanyak…

A. 56,0 gam                                                   D. 15,41 gram

B. 32,85 gram                                                           E.   12,15 gram

C. 22,50 gram

15.   Logam alumunium sebanyak 0,2 mol direaksikan dengan  600 mL asam sulfat 0,5 M.Gas H2 yang terbentuk pada keadaan standar adalah…

A. 2,24 L                                                        D. 6,72 L

B. 2,90 L                                                        E. 11,2 L

C. 4,48 L

16.   Larutan H2SO4 0,4% (Mr = 98) dengan massa jenis 1,225 gram/mL mempunyai molaritas sebesar…

A. 0,005 M                                                     D. 0,450 M

B. 0,050 M                                                     E.  0,600 M

C. 0,500 M

17.   Bila 4 gram NaOH dilarutkan kedalam air sehingga volumenya menjadi 1 L, maka konsentrasi ion Na dalam larutan adalah…

A. 1,8 M                                                          D. 4 M

B. 0,10 M                                                       E.  1 M

C. 0,18 M

18.   Untuk membuat 4 gram besi (III) sulfat (Mr = 400) dari besi (III) oksida, diperlukan larutan H2SO4 0,1 M sebanyak…

A. 10 mL                                                        D. 300 mL

B. 30 mL                                                         E.  600 mL

C. 100 mL

19.  Volume H2SO4 0,025 M yang diperlukan untuk tepat menetralkan 525 mL KOH 0,06 M adalah…

A. 1,26 L                                                        D. 0,22 L

B. 0,47 L                                                        E. 0,79 L

C. 0,63 L

20. Sebanyak 70 mL larutan HCl 0,1 M tepat bereaksi dengan 50 mL larutan NaOH. Konsentrasi larutan NaOH adalah…

A. 0,10 M                                                       D. 0,35 M

B. 0,14 M                                                       E.  0,40 M

C. 0,25 M

21.   10 gram NaOH (Mr = 98) terlarut dalam 90 gram air. Fraksi mol NaOH adalah…

A. 1/21                                                            D. 21/20

B. 10/21                                                         E. 22/20

C. 20/21

22.  84 gram KOH (Mr = 56) dilarutkan kedalam 750 gram air. Kemolalannya adalah…

A. 1,0 m                                                          D. 2,5 m

B. 1,5 m                                                         E.  3,0 m

C. 2.0 m

23.  Larutan urea (Mr = 60) dengan persentase berat 10% memiliki molalitas sebesar…

A. 0,185 m                                                     D. 0,54 m

B. 1,65 m                                                       E.  0,25 m

C. 1.05 m

24. Fraksi mol NaOH (Mr = 40) dengan persentase berat 20% adalah…

A. 0,5                                                              D. 0,2

B. 0,4                                                              E. 0,1

C. 0,3

25.  Jika kemolalan urea (Mr = 60) 0,4 molal, maka % massa urea sebesar…

A. 5,05%                                                        D. 3,34%

B. 4,30%                                                        E.  2,34%

C. 3.55%

26   Larutan 5,4 molal C2H5OH (Mr = 46) memiliki persentase massa sebesar…

A. 10%                                                           D. 50%

B. 20%                                                           E.  70%

C. 40%

27.  Massa jenis H2SO4 (Mr = 98) pekat 49% massa adalah 1,3 kg/L. H2SO4 pekat yang dibutuhkan untuk menghasilkan 260 mL  H2SO4 0,05 M adalah…

A. 4 mL                                                           D. 1 mL

B. 3 mL                                                           E.  0,5 mL

C. 2 mL

28 Fraksi mol suatu larutan metanol CH3OH, dalam air 0,50. Konsentrasi metanol dalam larutan ini dinyatakan dalam persen berat metanol adalah…(Ar H = 1; C = 12; O = 16)

A. 50%                                                           D. 75%

B. 54%                                                           E.  70%

C. 64%

29. Banyaknya air yang harus ditambahkan kedalam 100 mL larutan KOH 0,4 M agar menjadi  0,2 M adalah…

A. 400 mL                                                      D. 100 mL

B. 300 mL                                                       E.  50 mL

C. 200 mL

30. Bila persentase berat fruktosa sebesar 20% dan bobot molekul fruktosa 180, maka molalitas larutan fruktosa adalah…

A. 1,85 m                                                       D. 0,54 m

B. 1,65 m                                                       E.  0,25 m

C. 1.39 m

LAPORAN PERJALANAN

LAPORAN PERJALANAN
PENDAKIAN TRADISI GUNUNG SLAMET KE VII
MAHASISWA MIPA RAMAH ALAM “LA GRANDE VOLATA”
JALUR BAMBANGAN-PURBALINGGA

OLEH:
ARI SUTRISNO
AM-VIII/0901/MLGV

MAMIRA LGV
JURUSAN MIPA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2009

I. PENDAHULUAN
Unit Kegiatan Mahasiswa Mamira LGV merupakan wadah Mahasiswa MIPA Universitas Jenderal Soedirman yang berminat dalam bidang kepencintaalaman. Disamping itu, Mamira LGV juga menampung semua inspirasi kreatifitas kalangan civitas akademika Jurusan MIPA dalam melakukan kegiatan olah raga alam bebas. Salah satu bentuk dari kegiatan olah raga alam bebas, yaitu pendakian gunung atau pengembaraan.
Kegiatan pendakian atau pengembaraan dapat memberikan gambaran tentang salah satu bentuk Olah Raga Alam Bebas kepada seluruh Mahasiswa Jurusan MIPA, khususnya anggota Mamira LGV agar dapat membangkitkan rasa cinta kepada alam dan lingkungannya, sehingga pelestarian alam dan pengolahan sumber daya alam dapat berjalan tanpa mengganggu keseimbangan alam. Selain itu pula kegiatan ini merupakan salah satu syarat bagi Anggota Muda untuk menjadi Anggota Penuh. Sebagai tindak lanjut hal tersebut, maka Mamira LGV mengadakan Pendakian Tradisi Gunung Slamet yang ke VII.

II. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Membentuk dan memupuk serta meningkatkan ketahanan fisik dan mental
2. Menanamkan disiplin, kerjasama dan kemandirian dalam satu bentuk kegiatan
3. Menanamkan rasa kebersamaan dan loyalitas terhadap organisai dan almamater
4. Memupuk rasa cinta terhadap alam beserta isinya sehingga merasa memiliki serta ikut menjaga dan melestarikannya
5. Menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
III. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Pendakian Tradisi Gunung Slamet ke VIII dilaksanakan pada tanggal 19-21 desember 2009 melalui jalur Bambangan Purbalingga Jawa tengah.
IV. PESERTA KEGIATAN
Peserta Pendakian Tradisi Gunung Slamet ke VII adalah anggota Mamira LGV (16 orang ) dan teman dari Pecinta alam TANABE (7 orang ). Peserta berjumlah 23 orang, dengan rincian 18 orang laki-laki dan 5 orang perempuan.

V. LAPORAN PERJALANAN
1) Letak Geografis Gunung Slamet
Letak: Gunung Slamet terletak disebelah utara Kabupaten Banyumas, disebelah barat kabupaten Purbalingga, disebelah selatan kabupaten Pemalang dan kabupaten Tegal, serta disebelah timur Kabupaten Brebes.
Tinggi: 3428 mdpl.
Keadaan umum:
– Lahan pertanian
– Hutan homogen ( hutan pinus)
– Hutan heterogen
– Semak belukar
– Batuan dan padang pasir
– Kawah yang masih aktif
Jalur Pendakian:
 Bambangan, Purbalingga
 Gambuh, Pemalang
 Guci, Tegal
 Bumiayu, Brebes
 Baturaden, Banyumas

2) Peta jalur Pendakian Gunung Slamet

3) Waktu perjalanan (sabtu-senin/20-22 Desember 2008)
Pukul Tempat Keterangan
16.30 Kampus MIPA Berangkat dari MIPA UNSOED
17.50 Basecamp Tiba dibasecamp
18.20 Masjid Sholat maghrib
18.50 Basecamp Makan
19.10 Masjid Sholat isya
21.00 Basecamp Tidur
01.30 Basecamp Bangun tidur
02.30 Basecamp Masak
03.10 Basecamp Makan
03.30 Basecamp Istirahat
05.10 Masjid Sholat
05.30 Basecamp Sharing
06.50 Basecamp Berangkat dari Basecamp
08.30 Pos 1 (Gardu Pandang) Tiba diPos1 (Gardu Pandang)
09.00 Pos 1 (Gardu Pandang) Jalan dari Pos 1 (Gardu Pandang)
09.45 Pos 2 Tiba diPos 2
10.18 Selter Istirahat
11.37 Pos 3 (Pondok Cemara) Tiba di Pos 3 (Pondok Cemara)
11.47 Pos 3 (Pondok Cemara) Jalan dari Pos 3 (Pondok Cemara)
12.35 Pos 4 (Pondok Samarantu) Sampai di Pos 4 (Pondok Samarantu) dan Istirahat
12.46 Pos 4 (Pondok Samarantu) Jalan dari Pos 4 (Pondok Samarantu)
13.13 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Tiba di Pos 5 (Maraba Garedha Pala)
13.15 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Mendirikan tenda dan beres-beres
14.00 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Sholat zuhur
16.00 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Sholat ashar
16.15 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Makan
18.00 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Sholat magrib
19.30 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Sholat isya
20.00 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Santai
21.00 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Tidur
04.20 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Berangkat dari pos 5
04.45 Pos 6 (Samyang Jampang) Tiba di pos 6(Samyang Jampang)
04.55 Pos 6 (Samyang Jampang) Jalan dari pos 6 (Samyang Jampang )
05.15 Pos 7 (Samyang Kendit ) Tiba di pos 7 (Samyang Kendit)
05.25 Pos 7 (Samyang Kendit ) Jalan dari pos 7 (Samyang Kendit)
07.20 Puncak Gunung Slamet Tiba di puncak Gunung Slamet
07.36 Puncak Gunung Slamet Menikmati Kebesaran Allah SWT.(bersyukur dan foto-foto bersama teman-teman)
08.50 Puncak Gunung Slamet Turun dari puncak
10.00 Pos 7 (Samyang Kendit ) Sampai di pos 7 (Samyang Kendit),hujan.
10.10 Pos 7 (Samyang Kendit ) Turun dari pos 7 (Samyang Kendit)
10.30 Pos 6 (Samyang Jampang) Sampai di pos 6 (Samyang Jampang )
10.32 Pos 6 (Samyang Jampang) Turun dari pos 6 (Samyang Jampang )
11.00 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Sampai di Pos 5 (Maraba Garedha Pala)
11.15 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Makan
11.30 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Persiapan untuk perjalanan pulang
12.00 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Sholat zuhur
12.15 Pos 5 (Maraba Garedha Pala) Turun dari pos 5 (Maraba Garendha Pala)
12.35 Pos 4 (Pondok Samarantu) Sampai di pos 4 (Pondok Samarantu)
12.39 Pos 4 (Pondok Samarantu) Turun dari pos 4 (Pondok Samarantu)
13.02 Pos 3 (Pondok Cemara) Sampai di pos 3 (Pondok Cemara)
13.08 Pos 3 (Pondok Cemara) Turun dar pos3 (Pondok Cemara)
13.24 Gerbang Setan Sampai di Gerbang Setan
13.26 Gerbang Setan Turun dari Gerbang Setan
13.47 Pos 2 Sampai di pos 2
13.57 Pos 2 Turun dari pos 2
14.34 Pos 1 (Gardu Pandang) Sampai di pos 1 (Gardu Pandang)
14.47 Pos 1 (Gardu Pandang) Turun dari pos 1 (Gardu Pandang)
15.30 Shalter Lapangan Sampai di Shalter Lapangan
15.31 Shalter Lapangan Istirahat
16.00 Shalter Lapangan Turun dari Shalter Lapangan
16.20 Basecamp Sampai di Basecamp
16.30 Basecamp Sholat ashar
17.05 Basecamp Perjalanan pulang ke MIPA UNSOED
18.24 MIPA UNSOED Sampai di MIPA UNSOED
18.26 MIPA UNSOED Sholat magrib
18.36 MIPA UNSOED Beres –beres barang di sekre MAMIRA LGV
20.30 Warung Lumpia Makan lumpia bersama
21.30 Warung Lumpia Pulang ke rumah/ masing-masing

VI. KESIMPULAN DAN SARAN
Kegiatan pendakian Tradisi gunung Salamet ke VII dengan jalur Bambangan-Purbalingga ini telah dilaksanakan dengan baik, meskipun terdapat beberapa kendala yang Alhamdulillah dapat diatasi dengan baik,diantaranya: cuaca yang kurang mendukung, kondisi fisik beberapa anggota Mamira LGV yang menurun pada saat pendakian sehingga waktu yang diperlukan untuk pendakian kurang efektif.Pendakian dilakukan pada musim hujan,sehingga Jalan Licin, dan pada malam hari udara sangat dingin. Selain itu minimnya pengetahuan tentang pendakian juga membuat stamina anggota Mamira LGV cepat menurun.
Untuk itu pada pendakian selanjutnya, diperlukan perencanaan dan persiapan yang lebih matang agar pendakian dapat berlangsung dengan lancar tanpa ada halangan yang berarti, diantaaranya adalah:
1. mengetahui informasi selengkap-lengkapnya mengenai gunung yang akan didaki
2. Perlunya persiapan fisik dan mental sebelum melakukan pendakian
3. Peralatan yang dibutuhkan harus diperiapkan sebaik dan selengkap mungkin dengan memperhatikan kondisi cuaca pada saat pendakian dan disesuaikan dengan jumlah peserta
4. perlunya pengetahuan yang cukup mengenai pendakian agar semua halangan yang terjadi dapat langsung diatasi dengan baik

VII. LAPORAN KEUANGAN
Pemasukan:
1. Kontribusi peserta 14x @ Rp 50.000,00 Rp 675.000,00
2. MIPA Rp 475.000,00 Rp 475.000,00
Total Rp1.175.000,00

Pengeluaran:
1. Kesekretariatan
• Tiket masuk 13x @ Rp 5.000,00 Rp 45.500.00
2. Transportasi
● Truk Rp 500.000,00
● bensin Rp 15.000,00
3. Survey Rp 75.000,00
4. Perlengkapan
• Tabung gas 7 x @ Rp 3.000,00 Rp 21.000,00
• Polibag 10 x @ Rp 1.500,00 Rp 15.000,00
• Batu baterai Rp 26.000,00
5. Konsumsi
• logistik Rp 277.880,00
• makan di bese camp Rp 15.000,00
6. P3K Rp 65.700,00
7. Dan lain-lain
• galon Rp 3.000,00
• kater Rp 2.500,00
• Rafia Rp 3.000,00
• Tisu 2 rol @ Rp 2.000 Rp 4.000,00
• SOP Rp 1.000,00
• Minyak tanah Rp 8.000,00
Total Pengeluaran Rp 1.077.580,00

Saldo Rp 97.420,00

VIII. PENUTUP

Demikian laporan kegiatan ini saya buat dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang akan melaksanakan pendakian ke Gunung Slamet khususnya kepada Mahasiswa MIPA UNSOED dan Anggota mamira LGV.
Ucapan terimakasih saya berikan kepada semua pihak, terutama orang tua dan keluarga tercinta, sahabat serta Anggota Mamira LGV atas kepercayaan, do’a, dukungan dan bantuan yang diberikan kepada saya hingga hari ini. Serta pada teman-teman seperjuangan (Mba Wareh, Mba Aning, Mba Wulan, Mas Yayat, Mas Oky, Mas Sandy, Mas Boby, Mas Toifur, Ari, Romi, Juan, Wisnu, Subhi, Falaq, Apri, dan teman-teman dari Pencinta Alam TANABE, Purbalingga) yang telah bersama-sama mengikuti kegiatan pendakian tradisi Gunung Slamet ini. Semoga Allah SWT. selalu memberikan yang terbaik untuk semua pihak yang mendukung saya sehingga terlaksananya kegiatan ini.
Akhir kata, rasa syukur saya haturkan kehadirat Alloh SWT, atas segala cinta dan perlindungan-Nya.

LAMPIRAN

Daftar Peserta Pendakian Tradisi Gunung Slamet VIII MAMIRA “La Grande Volata”

No Nama Nomor Anggota Jenis Kelamin
1 Wareh Asriati NIM-IV/0645/MLGV P
2 Aning Dewi Susanti NIM-IV/0646/MLGV P
3 Wulan M Z NIM-IV/0853/MLGV P
4 Sandy Winaryo NIM-IV/0858/MLGV L
5 Yayat Sutrisno NIM-IV/0855/MLGV L
6 Stefhan Bobby R NIM-IV/0856/MLGV L
7 Oky Sutanto NIM-IV/0854/MLGV L
8 Akhmad Toipur S AM-VIII/0802MLGV L
9 Ari Sutrisno AM-VIII/0901/MLGV L
10 Romi Fauzi AM-VIII/0908/MLGV L
11 Juana Dewi Afrisa AM-VIII/0903/MLGV P
12 Wisnu Adi Kristiono AM-VIII/0904/MLGV L
13 Muhammad Subhi Basit AM-VIII/0907/MLGV L
14 Muhammad Fahrul Falaq AM-VIII/0905/MLGV L
15 Apriyani AM-VIII/0909/MLGV P

Dan 7 orang teman dari Pencinta Alam TANABE Purbalingga.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!