LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI DASAR
HOMEOSTASIS

Oeh:
Nama : ARI SUTRISNO
NIM : H1A009016
Kelompok : Satu (1)
Rombongan : Dua (2)
Asisten : Haryati

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
PURWOKERTO
2010
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Tabel Hasil Pengamatan
No Kegiatan Waktu Pengamatan Suhu Tubuh ( )
Suhu Linkungan ( )
Catatan
1 Ketika bangun tengah malam 01.00 36,7 35
2 Ketika akan berangkat tidur 23.00 36 35
3 Setelah mandi pagi dengan air dingin 05.00 36,7 35
4 Setelah berolahraga 08.00 37 35
5 Saat di sela-sela kuliah di siang hari yang panas 11.00 36,3 35
6 Setelah mandi dengan air hangat di malam hari 21.30 36,5 35

PENDAHULUAN

Hemeostasis merupakan mekanisme pengaturan lingkungan kesetimbangan yang dinamis di dalam tubuh hewan yang konstan. Homeostasis merupakan salah satu konsep yang paling penting dalam biologi. Bidang fisiologi dapat mengklasifkasikan mekanisme homeostasis pengaturan dalam organisme. Umpan balik homeostasis terjadi pada setiap organisme. Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi adalah elemen-elemen dari homeostasis. Dalam pengaturan suhu tubuh, manusia harus mengatur panas yang diterima atau yang hilang ke lingkungan. Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan, artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin. Begitu juga sebaliknya, lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit.
Hewan mempunyai kemampuan adaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Sebagai contoh, pada suhu dingin, mamalia dan burung akan meningkatkan laju metabolisme dengan perubahan hormon-hormon yang terlibat di dalamnya, sehingga meningkatkan produksi panas. Pada ektoterm (misal pada lebah madu), adaptasi terhadap suhu dingin dengan cara berkelompok dalam sarangnya. Hasil metabolisme lebah secara kelompok mampu menghasilkan panas di dalam sarangnya.

B. PEMBAHASAN

Suhu tubuh manusia diatur oleh system thermostat di dalam otak yang membantu suhu tubuh yang konstan antara 36,5 oC dan 37,5 oC. Pengambilan suhu di bawah lidah (dalam mulut) normal sekitar 37 oC, sedang diantara lengan (ketiak) sekitar 36.5 oC sedang di rectum (anus) sekitar 37.5 oC.
Suhu tubuh normal manusia akan bervariasi dalam sehari. Seperti ketika tidur, maka suhu tubuh kita akan lebih rendah dibanding saat kita sedang bangun atau dalam aktivitas. Dan pengukuran yang diambil dengan berlainan posisi tubuh juga akan memberikan hasil yang berbeda. Apabila seorang mandi dengan air dingin tubuhnya dipaksa menurunkan suhu tubuhnya tiba – tiba ke level 20 – 25 oC dari suhu tubuhnya yang normal 35 – 37,5 oC. Dingin air mempunyai suhu 20 – 25 oC , Sedangkan air hangat yang biasa untuk mandi berkisar 40 – 45 oC . Dalam kondisi perubahan tubuh yang mendadak ini, kulit, otot, tulang, dan organ tubuh lainnya seperti jantung, harus melakukan adaptasi yang sangat drastic. Kulit tiba – tiba harus menutup pori – pori nya agar tidak kehilangan suhu dalam tubuhnya. Otot harus terkontraksi mengkerut untuk perubahan suhu yang mendadak. Tulang harus menahan perubahan mendadak yang terjadi pada otot – otot. Jantung dan paru – paru harus mengurangi aktifitasnya secara mendadak untuk menyesuaikan suhu dalam tubuh dan di luar tubuh. Untuk periode yang panjang, efek kebiasaan mandi air dingin akan terasa pada usia tua, dimanaakan menghadapi keluhan – keluhan seperti sakit tulang, Reumatik, Dll
Apabila mandi dengan air hangat tubuh juga menyesuaikan suhu di dalam dan diluar tubuh secara mendadak, Tetapi penyesuaian ini jauh lebih ringan dan lebih rileks, karena dengan perubahan suhu luar yang lebih hangat, pori – pori akan membuka agar hangat luar masuk ke dalam tubuh. Sedangkan otot – otot akan mengendur sehingga akan mengurangi ketegangan yang ada sebelumnya, Begitu juga pembuluh darah akan melonggar karena adanya suhu luar yang lebih hangat. Begitu juga tulang akan lebih rileks menhan otot – otot tubuh. Jantung dan paru – paru akan begitu mudah menyesuaikan ritme kerjanya.
Dari pertanyaan diatas ternyata benar bahwa suhu kisaran manusia antara 35-42 oC yang mana suhu tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Adapun suhu tubuh dihasilkan dari :
1. Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate, BMR) di semua sel tubuh.
2. Laju cadangan metabolisme yang disebabkan aktivitas otot (termasuk kontraksi ototakibatmenggigil).
3. Metabolisme tambahan akibat pengaruh hormon tiroksin dan sebagian kecil hormon lain, misalnya hormon pertumbuhan (growth hormone dan testosteron).
4. Metabolisme tambahan akibat pengaruh epineprine, norepineprine, dan rangsangan simpatis pada sel.
5. Metabolisme tambahan akibat peningkatan aktivitas kimiawi di dalam sel itu sendiri terutama bila temperatur menurun.
Hal itu juga dapat dibuktikan terhadap percobaan kali ini. Dari percobaan yanmg dilakukan terhadap suhu beberapa orang dengan kegiatan atau keadaan yang berbeda, mendapatkan hasil yang relatif sama yaitu berkisar antara 36-37 oC. Perbedaan itu dikarenakan untuk memperoleh data yang objektif, perlu dilakukan beberapa orang. Hal-hal yang mempengaruhi perbedaan itu meliputi :
1. Usia
2. Jenis kelamin
3. Aktivitas
4. Tekanan serta kondisi
Pengertian dari Homeostasis
Hemeostasis merupakan mekanisme pengaturan lingkungan kesetimbangan yang dinamis di dalam tubuh hewan yang konstan. Dalam homeostasis keadaan konstan terdapat dua jenis, yaitu yang pertama adalah system tertutup yang dimaksud dengan system tertutup adalah sebuah keseimbangan statis, yang dimana keadaan dalam tubuh tidak berubah. Sedangkan yang kedua adalah system terbuka, yang dimaksud dengan system terbuka adalah kesetimbangan dinamis, yaitu keadaan dalam tubuh yang konstan, sedangkan system terus berubah (Anonim, 2009).
Konsep homeostasis ini mengacu kepada pemeliharaan suatu keadaan stabil dinamis di dalam lingkungan cairan internal yang membasuh semua sel tubuh. Karena sel-sel tubuh tidak berkontak langsung dengan lingkungan luar, kelangsungan hidup sel bergantung pada pemeliharaan lingkungan cairan internal yang stabil yang berhubungan langsung dengan sel. Sebagai contoh, di lingkungan internal O2 dan zat-zat gizi harus terus menerus diganti sesuai kecepatan penggunaannya oleh sel. (Irawan, 2008)
Jadi homeostasis dapat disimpulkan sebagai upaya untuk mempertahankan lingkungan dalam yang stabil. Karena homeostasis ini berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari dua kata yaitu homeo yang berarti sama dan stasis yang berarti mempertahankan keadaan (Siagian, 2008).
Faktor yang mempengaruhi homeostasis
• Salah satu fungsi dari homeostasis adalah menstabilkan atau menyeimbangan cairan, dan faktor yang mempengaruhu keseimbangan cairan tersebut adalah
1. Usia, Dengan bertambahnya usia organisme, maka organ yang mengatur keseimbngan akan fungsinya, dengan begitu hasil untuk kesimbngan pun akan menurun.
2. Temperatur lingkungan
Dengan sesuatu organisme banyak terdapat di lingkungan yang panas, maka akan terjadi proses evaporasi, sehingga dimungkinkan cairan banyak yang keluar.
1. Makanan
2. Obat-obatan
3. Stress, Stress dapat mempengaruhi beberapa hal diantaranya adalah, Mempengaruhi metabolisme sel, meningkatkan gula darah, meningkatkan osmotik dan ADH akan meningkatkan sehingga urine menurun.
4. Sakit, contonhya adalah gagal ginjal, jelas organisme akan mengeluarkan cairan yang banyak (Irawan, 2008).
• Yang kedua adalah faktor-faktor yang dapat menstabilkan lingkungan internalnya yaitu :
1. Konsentrasi molekul-molekul nutrien,
2. konsentrasi O2 dan CO2,
3. konsentrasi zat-zat sisa,
4. pH,
5. konsentrasi air, garam dan elektrolit lain,
1. suhu,
2. volume dan tekanan
3. Air, Gula plasma darah, Asid-asid amino plasma darah, Ion-ion mineral, Ion-ion hydrogen (Anonim, 2009).
• Yang ketiga adalah kenormalan dalam system kerja tubuh atau metabolism sel, dalam hal ini yang diperlukan dalam kenormlan adalah.
1. Suplai oksigen yang kuat
2. Suplai nutrient yang kuat
3. Lingkungan intra dan ekstrasel dengan jumlah dan komposisi, keasaman cairan yang sesuai dengan kebutuhan sel normal
4. Terbebasnya sel dari pengaruh zat-zat sisa metabolisme yang membahayakan
5. Aktivitas sistem endokrin terutama hormon pertumbuhan (GH), epinephrin, torosisn, dan sistem saraf yang akan menentukan kecepatan metabolisme didalam sel.
6. Tersedianya enzim, vitamin sebagai ko-enzim, dan mineral sebagai ko-faktor (Fatimah, 2008).
• Hormon dari kelenjar tiroid, adrenal dan Hipotalumus juga mempengaruhi homeostasis sistem imun dan rangsangan terhadap antigen (Anonim, 2009)
Termoregulasi
Termoregulasi merupakan proses yang terjadi pada hewan untuk mengatur suhu tubuhnya agar tetap konstan. Tetapi tidak semua hewan dapat mempertahankan tubuhnya secara konstan, hanya hewan homoeterm yang bisa, yang terdiri dari kelas mamalia dan aves. Mekanisme termoregulasi yang dilakukan oleh hewan ialah dengan mengatur keseimbangan antara perolehan dan pelepasan panas. Dalam hal ini, panas yang dihasilkan (produksi panas) meliputi aktivitas metabolik dan aktivitas otot. Panas yang berasal dari aktivitas metabolik dengan jalan pemecahan karbohidrat, lemak, dan protein. Sedangkan aktivitas otot merupakan salahsatu usaha penambahan produksi panas, dimana lebih dari 80 % panas tubuh diprodusi di dalam otot skelet selama terjadi aktivitas otot.
Pengaturan suhu tubuh dilakukan oleh suatu sistem pengatur suhu yang tersusun oleh tiga komponen yaitu: Hipothalamus, syaraf eferen dan efektor termoregulator, termoreseptor dan syaraf aferen. Fungsi utama sistem tersebut untuk menjaga supaya suhu selalu berada dalam zona termoneutral atau sebagai termostas dengan hipothalamus sebagai pengontrolnya. Dalam hipothalamus terdapat reseptor yang mendeteksi panas dan dingin yang berlokasi di pars anterior dan pars posterior. Pars anterior mengatur pembuangan panas serta mencegah hilangnya panas yang berlebihan dalam tubuh, sedangkan bagian pars posterior untuk mengatur produksi panas (Isnaeni, 2006)
Dalam keadaan sejuk, hipotalamus akan mengatur otot rangka untuk vasokonstriksi secara aktif. Hal ini akan menyebabkan seseorang mengigildan meningkatkan suhu badan. Pada saat yang sama, kelenjar adrenal akan mensekresikan hormon adrenalin dan noradrenalin sedangkan kelenjar tiroid akan mensekresikan hormon tiroksin, semua hormon ini bertujuan untuk meningkatkan suhu badan dengan cara meningkatkan metabolisme tubuh.
Dalam keadaan panas, aktivitas otot rangka akan berkurang, begitu juga dengan sekresi hormon-hormon tertentu oleh kelenjar adrenal dan kelenjar tiroid akan berkurang.
Hormon epinefrin dan norepinefrin bertindak dengan:
1. Meningkatkan kadar detak jantung dan kadar pernafasan.
2. Meningkatkan tekanan darah
3. Meningkatkan metabolisme badan
4. Meningkatkan kadar gula darah dengan merangsang pengubahan glikogen ke glukosa.

DAFTAR REFERENSI

Anonim. 2009.Homeostasis. http://id.wikipedia.org/wiki/Homeostasis
(diakses pada tanggal 08 April 2010)
Anonim. 2009. Osmoregulasi. http://id.wikipedia.org/wiki/osmoregulasi
(diakses pada tanggal 08 April 2010)
Fatimah, Sari. 2008. Homeostasis. http://sarifatimah.files.wordpress.com/2008/06/homeostasis.doc
(diakses pada tanggal 08 April 2010)
Irawan, Panji. 2008. Homeostasis Dasar-Dasar Fisiologi.
http://panji1102.blogspot.com/2008/03/homeostasis-dasar-dasar-fisiologi.html.(diakses pada tanggal 08 April 2010)
Isnaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Penerbit Kanisius : Yogyakarta.
Siagian, Minarma.2008. Homeostasis : Kesimbangan yang Halus dan Dinamis. Departement Ilmu Faal FKUI : Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: